福角

Kolaborasi

September 15, 2009 · 2 Comments

Ketika anda melakukan penelitian, banyak usaha dan sumber daya yang diperlukan. Salah satu tips bisa dilakukan untuk mengatasi kekurangan-kekurangan sumberdaya bisa dengan melakukan kolaborasi.

Sebenarnya kolaborasi bukan “barang baru”, karena tentu anda pernah bekerja secara kelompok ketika mengerjakan tugas di bangku kuliah. Nah, prinsip yang sama juga berlaku pada saat pengerjaan penelitian.

Kolaborasi membuat kita bisa saling melengkapi. Coba lihat contoh berikut. A memiliki data, B memiliki kemampuan analisis tapi tidak memiliki data, C memiliki kemampuan menulis tapi tidak memiliki kemampuan analisis dan tidak punya data. Jika mereka berkolaborasi, maka ABC bisa membuat sebuah penelitian yang bagus.

Anda dan saya mungkin salah satu dari A, B atau C tersebut? Jika anda salah satunya, carilah rekan-rekan yang bisa saling melengkapi membuat anda bisa melakukan riset secara kolaborasi.

→ 2 CommentsCategories: Uncategorized

Bisa programming?

September 12, 2009 · Leave a Comment

Beberapa minggu yang lalu saya cukup tertohok oleh pernyataan seorang guru di sini.

Saya amati, orang-orang dari Asia Tenggara jarang memiliki latar belakang programming, ujarnya. Mungkin anda senang menggunakan program yang sudah jadi, bikinan perusahaan-perusahaan IT atau import dari negara luar. Banyak kemudahan yang memang ditawarkan oleh program-program tersebut. Anda tinggal “push the button” dan mendapat hasilnya dalam sekejap.

Tapi justru itu kelemahannya. Apakah anda persis tahu “otak” dibalik bagaimana pengerjaan program tersebut?

Jika anda tahu programming, maka anda akan tahu step by step bagaimana program menghitung atau menjalankan perintah-perintah tersebut.

Menarik dan sekaligus tamparan keras buat saya.

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Peri penolong

September 4, 2009 · 1 Comment

Orang bilang Tuhan bisa pakai siapa saja untuk membantu anda. Saya menyebutnya seperti ‘peri’ penolong.

***

Suatu pagi yang dingin di Belanda di awal Januari 2006 saya akan pergi ke suatu alamat di kota Arnhem untuk tes TOEFL.  Berbekal sandwich buatan sendiri yang sudah saya siapkan malam sebelumnya, saya bergegas menuju stasiun Enschede. Tiket sudah saya siapkan sebelumnya supaya tidak mengantri dan jadinya malah ketinggalan kereta.  Perjalanan yang saya tempuh dari Enschede memakan waktu sekitar 1 jam 45′ . Tes yang dilakukan pukul 9:00 pagi membuat saya harus berangkat paling tidak jam 6:30 waktu Belanda teng dari stasiun Enschede.

Udara winter memang tidak bersahabat, terutama winter di Belanda, pikir saya. Sewaktu-waktu salju bisa turun yang membuat repot ketika berjalan dan becek. Syukurlah pagi itu tidak ada salju walaupun mungkin waktu itu udara sekitar 5 derajat celcius. Suasana gelap ketika kereta berangkat karena masih pukul 6:30. Saya harus ganti kereta beberapa kali karena pagi itu tidak ada kereta langsung ke Arnhem. Orang-orang di kereta terlihat cuek. Semua mengenakan jaket winter yang tebal dan penutup kepala. Mereka kebanyakan berperawakan separuh baya, yang menunjukkan kebanyakan adalah para pekerja kantor ataupun karyawan-karyawan perusahaan.

Di tengah perjalanan, sesekali aku mengudap sandwich yang kubawa tadi. Kuteguk air keran yang kubawa dalam botol plastik bekas, aku mencoba memandang keluar menembus kesunyian pagi. Ah, sang surya masih lelap di peraduannya. Pukul 08:15 aku tiba di stasiun Arnhem. Orang-orang bergegas berlalu lalang meninggalkanku yang masih mencari-cari rute ke alamat yang kutuju. Kudapati sebuah peta di bagian luar stasiun dan kubandingkan dengan peta kecil di genggamanku. Sambil menduga-duga aku berjalan ke arah yang kurasa benar. Pagi itu di luar stasiun masih terlihat sepi dan gelap. Aku ragu untuk bertanya ke orang-orang karena udara yang dingin seperti membuat orang enggan berhenti. Akhirnya setelah berjalan sekitar 15′, kudapati nama jalan yang kucari. Hanya nama gedungnya yang kucari tidak ada tertulis di sekitar jalan tersebut. Dan aku tidak suasana sekitar pun masih terlihat sepi sekali. Akhirnya, kucoba mencari-cari ke sekitar sampai sekitar 10′ sebelum waktu tes berlangsung, namun tidak ketemu. Udara yang dingin menambah kegalaun.

Di tengah kebingunganku, tiba-tiba aku disapa seorang wanita separuh baya, mungkin berumur di atas 40 tahun. “Morning, are you looking for a place for a toefl test?” ujarnya. “Yes”, kubilang padanya. “I am the toefl test officer, come and follow me, ” katanya. Tiba-tiba ada suasana seperti menjadi sangat cerah.  Aku tidak banyak berbicara dan mengikuti langkahnya.

***

Pagi itu, Tuhan pakai petugas toefl menjadi peri penolongku.

→ 1 CommentCategories: nandemo · studi

Dua hal yang (paling) berkesan dalam hidup anda?

September 1, 2009 · Leave a Comment

Sebutkan dua hal yang berkesan dalam hidup anda? Kira-kira itulah bunyi pertanyaan di lembar aplikasi Chevening yang saya pegang 7 atau 8 tahun y.l. Jawaban harus dituliskan dalam bentuk esai yang ditulis dalam B. Inggris.

Menuliskan apa yang paling berkesan dalam hidup tentu tidak gampang. Bagi sebagian besar orang mungkin banyak sekali hal yang berkesan, bagi sebagian besar lagi mungkin tidak atau (telah) terlupakan.

Ketika pertanyaan tersebut ada di benak saya, pikiran saya teringat pada beberapa hal. Mungkin saya bisa menjawab ‘keberhasilan’ masuk ke PTN, mendapatkan juara, atau hal-hal lain. Tetapi saya memilih sesuatu yang berbeda. Untuk dua hal itu saya memberi contoh dari kegagalan dan hal yang menyenangkan bagi saya dan bagaimana itu berkesan dan mempengaruhi jalan saya berikutnya.

***

Esai pertama yang saya tuliskan adalah tentang perjalanan saya di waktu kecil dan sampai kelas menengah. Orang tua membesarkan saya di Palembang, sementara saya dilahirkan di Yogyakarta dan keluarga besar kami masih tinggal di Sumatera Utara. Artinya, kami perlu menghabiskan waktu berpuluh-puluh jam perjalanan dari satu tempat  ke tempat lainnya. Tapi saya itu bagi saya menyenangkan. Bahkan impian liar saya waktu kecil adalah menjadi sopir karena kagum dengan betapa lihainya ia menyusuri jalan berkelok angka delapan di antara Padangpanjang dan Bukit Tinggi sampai ke Padang Sidempuan dan melewati kendaraan-kendaraan lain dengan cepat tanpa takut sedikitpun. Yang saya nikmati adalah ketika saya melewati kota-kota besar seperti Jambi, Bukit Tinggi, Pekanbaru dan kota-kota lainnya. Angkot dari setiap kota yang terlihat berbeda. Nama-nama dari kota-kota yang terkesan asing tetapi mencirikan lokal yang menarik terdengar. Jenis-jenis makanan yang berbeda tetapi menggoyang lidah. Bahasa daerah yang berbeda dari satu provinsi ke provinsi lain, termasuk juga arsitektur bangunan-bangunannya yang berbeda-beda. Bangunan atap sumatera barat mulai terlihat ketika kita memasuki perbatasan antara Jambi dan Sumatera Barat. Demikian juga ketika melewati Kota Bukit Tinggi dan menuju Padang Sidempuan. Pengalaman di atas, bagi saya, mempengaruhi “kecintaan” saya untuk bidang studi planologi yang saya tekuni sampai sekarang. Itulah yang kemudian saya tuliskan dalam essay saya tersebut.

Pengalaman kedua yang saya tuliskan dalam essay kedua adalah tentang ketika saya harus mendekam sekitar 40 hari di tempat tidur tanpa bisa kemana-mana ketika saya libur SMP. Karena kecelakaan dalam sebuah permainan anak “hide and seek”, saya harus menderita luka pada kaki yang cukup parah. Akibatnya masa liburan yang sedianya menyenangkan menjadi membosankan. Tapi, bagi saya itu adalah “pelajaran”. Pelajaran yang membuat saya akhirnya menikmati membaca buku-buku. Saya banyak mengisi waktu dengan membaca buku ketika kejadian tersebut, termasuk juga di antaranya buku-buku pelajaran. Kalau orang mungkin bilang “sengsara membawa nikmat”.

Kedua essay itu saya masukkan dalam lamaran saya ke “Chevening” dan Puji Tuhan waktu itu saya dipanggil untuk lolos ke tahap berikutnya. Tetapi saya tidak mengambil kesempatan pergi ke panggilan beasiswa Chevening karena sebelumnya sudah dinyatakan lolos untuk beasiswa Stuned.

***

Kalau sekarang ditanya apa saja hal yang paling berkesan dalam hidup, saya bisa menambahkan daftar yang lebih panjang, terutama sejak tahun 2004 ketika saya memulai studi S2 di Belanda. Saya tidak menyangka untuk kesempatan bisa menjalani negara-negara lain dan saya benar-benar bersyukur (pada Tuhan) buat semua ini. Tidak berarti perjalanan saya mulus terus, tetapi apa yang saya ingat adalah untuk setiap kejadian ada sesuatu yang Tuhan rencanakan, termasuk juga ketika mengalami kesulitan.

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Tips mencari sumber dana buat konferensi internasional

August 16, 2009 · 3 Comments

Bila anda adalah seorang yang terjun di bidang akademik, baik dosen, peneliti ataupun mahasiswa pasca sarjana atau sarjana, kesempatan konferensi internasional di luar Indonesia merupakan kesempatan yang perlu anda ambil. Banyak alasannya yang mungkin tidak perlu saya sebut satu persatu. Sebagai contoh, anda bisa berkenalan dengan potential supervisor jika anda ingin melanjutkan studi ke bidang doktoral atau pos doktoral ataupun juga sebagai kesempatan anda untuk berkolaborasi dengan peneliti-peneliti dari luar negeri pada bidang yang serupa dengan bidang yang  anda minati.

Nah, salah satu kendala yang dialami sebagian orang atau sebagian besar orang adalah mencari sumber dana untuk pergi ke tempat konferensi. Uang yang perlu dikeluarkan mungkin tidak sedikit. Mulai dari biaya pendaftaran, biaya perjalanan dan akomodasi. Sebagai contoh, jika konferensi yang anda akan ikuti berada di Jerman, maka biaya yang perlu anda keluarkan kira-kira sekitar 300 euro untuk pendaftaran, 1000 euro ongkos dan 300 euro biaya akomodasi. Belum lagi jika anda perlu membayar ongkos pembuatan visa sekitar 50 euro. Maka kurang lebih biaya yang anda butuhkan akan sebesar 1650 euro atau sekitar 23 juta rupiah. Biaya yang tidak murah bukan?

Tapi jangan patah semangat. Tetap ada kesempatan dan jalan jika anda berusaha.

Meminta dana langsung dari panitia

Biasanya, jika konferensi yang anda minati berskala global atau internasional, panitia konferensi akan menyediakan dana, setidaknya buat dana perjalanan untuk para peneliti dari negara dunia ketiga. “Beruntungnya”, Indonesia masih termasuk ke dalam kategori negara dunia ketiga, sehingga anda berkesempatan untuk melamar tersebut.

Walaupun di website konferensi tersebut tidak disebutkan bahwa mereka menyediakan dana, jangan ragu untuk mencoba atau melamar ke panitia. Email panitia tentu dapat anda temui di website konferensi. Hanya, ini umumnya bisa anda lakukan jika abstract paper anda dinyatakan diterima untuk dipresentasikan di konferensi tersebut.

Standard isi email yang anda perlu buat adalah anda jelaskan dalam isi email mengapa anda perlu mendapat bantuan dana, cantumkan judul abstract anda yang diterima (bila perlu lampirkan dalam bentuk attachment abstrak anda tersebut), cantumkan CV anda dan sebutkan anda juga bersedia melampirkan rekomendasi dari orang-orang yang mengenal anda dan pekerjaan anda jika memang diperlukan.

Yang di atas ini yang biasanya saya lakukan dengan tingkat keberhasilan beberapa kali, walaupun ada juga kesempatan proposal saya ditolak.

Menawarkan kerja part time ke panitia

Ini belum pernah saya lakukan, tetapi seorang rekan saya pernah melakukannya. Bahkan waktu itu ia tidak memiliki abstrak yang diterima di konferensi tersebut, tetapi karena dia menyatakan dia berminat sekali untuk menghadiri konferensi tersebut, tetapi tidak memiliki dana, dia menyebutkan dia bersedia bekerja selama konferensi asalkan diberi kesempatan untuk menghadiri konferensi tanpa perlu membayar biaya pendaftaran dan dicarikan tempat penginapan berbiaya murah atas biaya panitia. Beruntungnya waktu itu ia bisa terbang ke tempat konferensi dengan budget airline, jadi biaya perjalanan sangat-sangat murah.

Meminta dana dari kampus

Biasanya kampus akan mendukung jika ada dosen, peneliti atau mahasiswa yang akan mempresentasikan suatu karya ilmiah. Hanya mungkin prioritas utama diberikan kepada dosen atau peneliti tetap, sementara mahasiswa atau peneliti tidak tetap harus menunggu. Nah, anda bisa bernegosiasi dengan cara mengatakan anda minta kampus hanya membiayai sebagian. Sebagai contoh, biaya akomodasi saja, sementara biaya pendaftaran dan biaya perjalanan anda cari di tempat lain. Biasanya, kalau demikian biaya pendaftaran anda bisa bernegosiasi dengan panitia konferensi sehingga anda mendapatkan keringanan atau pembebasan biaya konferensi. Nah untuk biaya perjalanan bisa anda cari dengan cara lain lagi.

Meminta dana dari organisasi internasional

Ini bisa dijadikan alternatif juga. Anda bisa bernegosiasi dan meminta dana, jika bidang yang anda presentasikan sejalan dengan minat organisasi internasional tersebut. Silakan anda gunakan google untuk mencari organisasi internasional yang satu bidang dengan topik anda.

Bagaimana pengalaman anda?

→ 3 CommentsCategories: konferensi · luar negeri

7 alasan saya tidak melamar beasiswa

July 16, 2009 · 1 Comment

Anda takut melamar beasiswa. Anda mungkin berpikir alasan-alasan berikut yang membuat anda sampai sekarang tidak mencoba memasukkan lamaran beasiswa. Keep reading →

→ 1 CommentCategories: Beasiswa · luar negeri · studi

Menulis makalah setelah lulus

July 15, 2009 · Leave a Comment

Buat anda yang akan lulus atau baru lulus sarjana atau master, jangan lupa untuk mensarikan tulisan anda dan memasukkannya sebagai karya ilmiah. Segera setelah anda menyelesaikan tugas akhir / skripsi / thesis adalah waktu yang tepat untuk anda menulis. Anda masih ingat detail pekerjaan anda dan anda belum disibukkan dengan tugas-tugas lain. Menurut saya, pekerjaan yang anda lakukan tinggal 20% lagi. Selebihnya, 80% sudah anda kerjakan ketika anda mengerjakan tugas akhir tersebut.

Tapi, saya tidak ingin menjadi seorang peneliti / dosen dan sebagainya lagi yang terkait dengan akademis. Saya ingin bekerja di Bank dan perusahaan swasta. Lho, tidak salah bukan, jika anda mempunyai publikasi / karya tulis. Walaupun mungkin tidak berguna langsung pada saat ini, tapi itu akan berguna buat anda. Salah satu manfaat yang pasti anda alami  adalah kebanggaan dan peningkatan rasa percaya diri. PD karena ternyata karya anda bisa dan terima oleh orang lain. Selain itu juga, itu artinya karya anda disampaikan kepada publik yang lebih luas, selain jadi penghias perpustakaan di tempat anda kuliah.

***

Pengalaman ini yang saya lakukan selepas saya menyelesaikan S2 saya. Puji Tuhan, akhirnya saya bisa mendapatkan satu tulisan saya masuk ke konferensi internasional dengan semua biaya (perjalanan, akomodasi dan pendaftaran) ditanggung oleh panitia dan sebagian lagi oleh kampus. Sayang sekali sewaktu S1, tidak ada yang “menasihati” hal di atas kepada saya.

→ Leave a CommentCategories: kenkyuu

7 alasan anda tidak mau studi ke Belanda

July 14, 2009 · 1 Comment

Anda pernah menghadiri Holland Education Fair. Anda masih bingung, apakah Belanda tempat yang tepat untuk melanjutkan kuliah anda? Jika anda ragu, mungkin anda tidak mau pergi ke Belanda karena  alasan-alasan berikut ini.

Keep reading →

→ 1 CommentCategories: Beasiswa · luar negeri · studi

7 Tips memilih studi pascasarjana di luar negeri

July 11, 2009 · Leave a Comment

Memilih studi pasca sarjana di luar negeri tidak mudah, terutama jika anda belum pernah memiliki pengalaman sebelumnya, ataupun tidak mendapat informasi yang cukup dari orang yang pernah mengalaminya langsung. Untuk itu diperlukan persiapan yang matang yang perlu anda ketahui sebaiknya sebelum anda memilih kampus. Jangan cari informasi pada saat anda akan berangkat jika anda tidak mau mengalami banyak gegar budaya (culture shock!). Sebaiknya lakukanlah sedini mungkin. Keep reading →

→ Leave a CommentCategories: Beasiswa · kenkyuu · luar negeri · studi

sesudah absen

July 10, 2009 · Leave a Comment

Sudah lama sekali saya absen dari menulis blog. Banyak kegiatan yang menyita waktu dan perhatian yang membuat saya berhenti menulis di sini. Bukan masalah ide, tapi lebih tepatnya karena waktu dan prioritas. Tapi saya tidak berhenti menulis kok. Sebagai seorang peneliti, tulisan adalah bagian dari kegiatan sehari-hari. Istilah yang sering sering kita dengar “publish or perish!” itu masih berlaku kok.

Keep reading →

→ Leave a CommentCategories: nandemo