Entries categorized as ‘Uncategorized’
September 15, 2009 · 1 Comment
Ketika anda melakukan penelitian, banyak usaha dan sumber daya yang diperlukan. Salah satu tips bisa dilakukan untuk mengatasi kekurangan-kekurangan sumberdaya bisa dengan melakukan kolaborasi.
Sebenarnya kolaborasi bukan “barang baru”, karena tentu anda pernah bekerja secara kelompok ketika mengerjakan tugas di bangku kuliah. Nah, prinsip yang sama juga berlaku pada saat pengerjaan penelitian.
Kolaborasi membuat kita bisa saling melengkapi. Coba lihat contoh berikut. A memiliki data, B memiliki kemampuan analisis tapi tidak memiliki data, C memiliki kemampuan menulis tapi tidak memiliki kemampuan analisis dan tidak punya data. Jika mereka berkolaborasi, maka ABC bisa membuat sebuah penelitian yang bagus.
Anda dan saya mungkin salah satu dari A, B atau C tersebut? Jika anda salah satunya, carilah rekan-rekan yang bisa saling melengkapi membuat anda bisa melakukan riset secara kolaborasi.
Categories: Uncategorized
Beberapa minggu yang lalu saya cukup tertohok oleh pernyataan seorang guru di sini.
Saya amati, orang-orang dari Asia Tenggara jarang memiliki latar belakang programming, ujarnya. Mungkin anda senang menggunakan program yang sudah jadi, bikinan perusahaan-perusahaan IT atau import dari negara luar. Banyak kemudahan yang memang ditawarkan oleh program-program tersebut. Anda tinggal “push the button” dan mendapat hasilnya dalam sekejap.
Tapi justru itu kelemahannya. Apakah anda persis tahu “otak” dibalik bagaimana pengerjaan program tersebut?
Jika anda tahu programming, maka anda akan tahu step by step bagaimana program menghitung atau menjalankan perintah-perintah tersebut.
Menarik dan sekaligus tamparan keras buat saya.
Categories: Uncategorized
Sebutkan dua hal yang berkesan dalam hidup anda? Kira-kira itulah bunyi pertanyaan di lembar aplikasi Chevening yang saya pegang 7 atau 8 tahun y.l. Jawaban harus dituliskan dalam bentuk esai yang ditulis dalam B. Inggris.
Menuliskan apa yang paling berkesan dalam hidup tentu tidak gampang. Bagi sebagian besar orang mungkin banyak sekali hal yang berkesan, bagi sebagian besar lagi mungkin tidak atau (telah) terlupakan.
Ketika pertanyaan tersebut ada di benak saya, pikiran saya teringat pada beberapa hal. Mungkin saya bisa menjawab ‘keberhasilan’ masuk ke PTN, mendapatkan juara, atau hal-hal lain. Tetapi saya memilih sesuatu yang berbeda. Untuk dua hal itu saya memberi contoh dari kegagalan dan hal yang menyenangkan bagi saya dan bagaimana itu berkesan dan mempengaruhi jalan saya berikutnya.
***
Esai pertama yang saya tuliskan adalah tentang perjalanan saya di waktu kecil dan sampai kelas menengah. Orang tua membesarkan saya di Palembang, sementara saya dilahirkan di Yogyakarta dan keluarga besar kami masih tinggal di Sumatera Utara. Artinya, kami perlu menghabiskan waktu berpuluh-puluh jam perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya. Tapi saya itu bagi saya menyenangkan. Bahkan impian liar saya waktu kecil adalah menjadi sopir karena kagum dengan betapa lihainya ia menyusuri jalan berkelok angka delapan di antara Padangpanjang dan Bukit Tinggi sampai ke Padang Sidempuan dan melewati kendaraan-kendaraan lain dengan cepat tanpa takut sedikitpun. Yang saya nikmati adalah ketika saya melewati kota-kota besar seperti Jambi, Bukit Tinggi, Pekanbaru dan kota-kota lainnya. Angkot dari setiap kota yang terlihat berbeda. Nama-nama dari kota-kota yang terkesan asing tetapi mencirikan lokal yang menarik terdengar. Jenis-jenis makanan yang berbeda tetapi menggoyang lidah. Bahasa daerah yang berbeda dari satu provinsi ke provinsi lain, termasuk juga arsitektur bangunan-bangunannya yang berbeda-beda. Bangunan atap sumatera barat mulai terlihat ketika kita memasuki perbatasan antara Jambi dan Sumatera Barat. Demikian juga ketika melewati Kota Bukit Tinggi dan menuju Padang Sidempuan. Pengalaman di atas, bagi saya, mempengaruhi “kecintaan” saya untuk bidang studi planologi yang saya tekuni sampai sekarang. Itulah yang kemudian saya tuliskan dalam essay saya tersebut.
Pengalaman kedua yang saya tuliskan dalam essay kedua adalah tentang ketika saya harus mendekam sekitar 40 hari di tempat tidur tanpa bisa kemana-mana ketika saya libur SMP. Karena kecelakaan dalam sebuah permainan anak “hide and seek”, saya harus menderita luka pada kaki yang cukup parah. Akibatnya masa liburan yang sedianya menyenangkan menjadi membosankan. Tapi, bagi saya itu adalah “pelajaran”. Pelajaran yang membuat saya akhirnya menikmati membaca buku-buku. Saya banyak mengisi waktu dengan membaca buku ketika kejadian tersebut, termasuk juga di antaranya buku-buku pelajaran. Kalau orang mungkin bilang “sengsara membawa nikmat”.
Kedua essay itu saya masukkan dalam lamaran saya ke “Chevening” dan Puji Tuhan waktu itu saya dipanggil untuk lolos ke tahap berikutnya. Tetapi saya tidak mengambil kesempatan pergi ke panggilan beasiswa Chevening karena sebelumnya sudah dinyatakan lolos untuk beasiswa Stuned.
***
Kalau sekarang ditanya apa saja hal yang paling berkesan dalam hidup, saya bisa menambahkan daftar yang lebih panjang, terutama sejak tahun 2004 ketika saya memulai studi S2 di Belanda. Saya tidak menyangka untuk kesempatan bisa menjalani negara-negara lain dan saya benar-benar bersyukur (pada Tuhan) buat semua ini. Tidak berarti perjalanan saya mulus terus, tetapi apa yang saya ingat adalah untuk setiap kejadian ada sesuatu yang Tuhan rencanakan, termasuk juga ketika mengalami kesulitan.
Categories: Uncategorized
Saya ga tau nih kenapa sekarang rame-rame artis jadi pejabat.
Rano Karno terpilih jadi Wakil Bupati Tangerang. Dede Yusuf terpilih menjadi wakil gubernur jawa barat. Dan terakhir lagi mendengar Primus mencalonkan diri jadi calon bupati Sumedang.
Apa ini terkait dengan harga BBM yang naik yang membuat lowongan kerja / nampil semakin susah? Atau memang negara kita sudah menjadi republik mimpi? Atau memang ini jamannya?
Terlepas apakah ini memberi hasil baik atau buruk kita tidak tahu. Harapan kita tentunya mereka bisa memberi penyegaran kepada pemerintahan yang ada dan juga membawa angin perubahan.
Setidaknya kita bisa mengingat kisah Ronald Reagan yang menjadi presiden US dan Joseph Estrada presiden Philippines. Kita sudah tahu kalau keduanya bernasib berbeda. Ronald Reagan menyelesaikan tugas kepresidenannya dengan baik sementara Joseph Estrada harus berakhir di bui karena kasus korupsi.
Bagaimana dengan artis-artis Indonesia yang disebutkan di atas? Hanya waktu yang bisa menjawabnya? Ada pendapat anda?
Categories: Uncategorized
Tagged: artis, jawa barat, pejabat, pemerintah, subang, tangerang
Ada sebuah film India yang cukup memberi kesan buat saya: Swades. Film tersebut tidak sekedar roman picisan dan goyangan penari-penari yang lincah, tetapi juga sarat pesan dan makna.
Film ini mengisahkan tentang seorang India yang bekerja di NASA. Keberhasilan dan kepintarannya membuat Mohan Bhargav (diperankan oleh Shahrukh Khan) menjadi salah satu ilmuwan penting di dalam peluncuran satelit yang memonitor cuaca sehingga bermanfaat untuk memprediksi curah hujan, yang berguna dalam hal manajemen bencana dan pertanian. Pada awal film tersebut, Mohan dikisahkan baru saja mendapatkan “green card” yang ditunggu-tunggunya. Sebentar kemudian ia pergi ke India karena teringat akan inang pengasuhnya yang mungkin tidak memiliki orang yang merawat lagi pada hari tuanya. Mohan berkeinginan membawa Mariyama (inang pengasuhnya) untuk tinggal di US bersama-nya. Tetapi, yang terjadi adalah sebaliknya, Mariyama membuat Mohan tersadar akan pentingnya “orang-orang pintar” India untuk kembali ke negaranya dan membangun India. Film ini mengisahkan pergolakan hati seorang Mohan dan bagaimana ia akhirnya mengambil keputusan yang sulit.
Menurut Wikipedia, film ini diinspirasi oleh kisah nyata yang dialami oleh seorang India Aravinda Pillalamarri. Film Swades mendapatkan beberapa penghargaan, salah satunya adalah peran yang kuat dari seorang Shahrukh Khan. Saya merekomendasikan anda untuk menontonnya
Bagaimana rekomendasi anda?
Categories: Uncategorized
Tagged: India, Shahrukh Khan, Swades
Buat Mas Saut
Nyambung pembicaraan yang dulu, klo boleh tahu dulu bagaimana proses seleksi yang dialami lewat program U to U. Saya pingin juga mencobanya siapa tahu beruntung. Mungkin ada trik dan strategi yang pernah dicoba dan tembus.
Makasih
Pertanyaan rekan di atas akan saya jawab di bawah ini berdasarkan pengalaman saya. Sebagai informasi awal, program Monbusho U to U adalah beasiswa yang diberikan kepada anda yang merupakan alumni atau bekerja di kampus yang memiliki kerjasama dengan kampus di Jepang (buat S2 dan S3). Karena itu namanya U to U, alias singkatan dari (kerjasama) universitas dengan universitas. Sebagai contoh kampus Kyoto Univ dengan ITB memiliki kerjasama, karena itu alumni ITB bisa melamar buat U to U. Untuk kampus anda, silakan cek dari website atau tanya langsung ke ketua jurusan atau dekan (maaf untuk ini saya tidak punya info). Besar beasiswa dan fasilitas yang diberikan adalah sama dengan beasiswa G to G, alias Government to Government. Untuk G to G silakan lihat tulisan Qnoi [thanks to Qnoi yang berbaik hati menulis panjang lebar tentang G to G
]
(more…)
Categories: Uncategorized
Tagged: kontak profesor, monbukagakusho, monbusho, U to U
Hari ini ikut syukuran kecil. Undangan dari jishu-bosai shuhaci atau komunitas persiapan / pencegahan bencana alam Shuhachi, Nakagyoku Kyoto. Acara ini merupakan evaluasi dari kegiatan “machi aruki”, “jalan di kota dan memahami fasilitas bencana” yang diselenggarakan bersama antara lab kami dengan komunitas jishu-bosai shuhaci.
Makanan yang disediakan cukup beragam, mulai dari sushi, salad salmon, salad daging, okonomiya dan makanan jepang lain. Asiknya karena pestanya gratis. Dasar mahasiswa, cari makan gratisan terus
Mungkin kapan-kapan nanti, kami bisa bawa makanan Indonesia juga, hmmm ;;)


Categories: Uncategorized
Tagged: machi aruki, party, pesta, shuhachi, sushi
Setelah hampir dua tahun tinggal di Jepang, dua musim dingin, musim panas, gugur dan semi, maka aku bisa coba menarik kesimpulan kapan waktu terbaik datang / tinggal di Jepang.

Anda tentu tahu atau pernah mendengar tentang Sakura kan? Jepang sendiri memang dijuluki sebagai negeri Sakura bukan? Sakura akan muncul pada awal pergantian musim dari musim dingin ke musim semi. Ini berlangsung selama dua minggu. Jadi dua minggu pertama adalah “the best season” jika anda ingin liburan ke Jepang. Itu terjadi sekitar awal sampai pertengahan april. Posting saya sebelumnya tentang sakura (in English) bisa dilihat di link ini.
(more…)
Categories: Uncategorized
Tagged: dingin, gugur, musim, panas, semi
Bidang apa sih yang sedang “laris” dan cerah masa depannya? Mungkin ini banyak ditanyakan oleh orang-orang sebelum mengambil keputusan memilih jurusan dan kampus yang diminati?
Kalau orang-orang mungkin berpendapat bidang teknik informatika / programming dll menjadi yang paling melejit sekarang. Saya setuju juga pada dasarnya.
Tapi kalau mau jujur, maka saya akan tanya balik: “Apa yang jadi minat kamu?”. “Kalau kamu benar-benar minat itu, lakukanlah sebaik-baiknya bidang itu! Tidak peduli jurusan kamu apa, asal kamu tahu “celahnya” dan jika Tuhan berkenan, mudah2xan berhasil deh. (more…)
Categories: Uncategorized
Tagged: kuliah luar negeri, pandangan, pengalaman