• 16 Sept 2008 2004 naik KLM dari Soekarno Hatta menuju Schipol, pertama kali terbang ke luar negeri, rasanya exciting sekali, cihuyyyyyyy!!!
  • Berangkat bersama empat orang teman yang lain. Satu cewe di kampus Amsterdam dan sisanya aku, hendro, budi dan yudha akan menuju ITC, Enschede.
  • 17 Sept 2008 2004, 04:50 tiba di Schipol, sesaat sebelum mendarat ada pengumuman dari kapten pesawat, melihat keluar masih gelap, semakin mendekat, terlihat terang benderang di bawah, “inikah Belanda?”
  • Pesawat mendarat, ada senyum lega dan sedikit gugup, sesaat lagi menjejakkan kaki di daratan eropa
  • Melewati imigrasi, paspor di cap
  • Akhirnya ambil barang dengan sedikit gugup karena katanya pemeriksaan ketat. Ternyata tidak juga, semuanya lancar.
  • Lanjut keluar, cari tiket kereta, kalau tidak salah 21 euroan. Gampang, loket kereta terlihat besar sekali warna kuning “NS”.
  • Santai sebentar sambil makan di King Burger. Euro pertama pun dikeluarkan. Ternyata secarik pecahan 50 euro-ku terlalu besar untuk sekedar buat makan. Sekitar 46 euro dikembalikan dengan banyak recehan euro pertamaku.
  • Ambil kereta menuju Enschede warna kuning. Kereta sepi, banyak koran-koran di kereta disediakan buat yang naik kereta. Bhs Belanda, bah tak bisa baca.
  • Perjalanan dimulai, menuju Enschede. Katanya kereta jadwal yang ini tidak perlu transit di Amelsfoort. Kalau yang lain ya harus ganti. Ambil foto-foto2x di dalam kereta. Nikon DL32 ku pun berfungsi.
  • Orang-orang ngomong bhs Belanda, kaga ngerti.
  • Sesampai di deventer, ada pengumuman, kereta berhenti, semua orang turun. Menurut peta yg kami pegang, Enschede masih beberapa stasiun lagi. Oya, kami naik inter-city train, kereta cepat, hanya berhenti di kota besar.
  • Kami tetap di dalam, lampu tiba2x dipadamkan. Mati mesin? Tiba2x ada satu orang naik dan memberitahu kami, “The train does not continue, change another train!”. Olala, ada juga kereta rusak di Belanda, kirain ga kaya di Indo.
  • Ganti kereta, bingung naik yang mana. Kami tanya seorang gadis berwajah peranakan turki. Kami bilang mau ke Enschede. Dia ga bisa jawab dengan jelas, tapi sepertinya bilang di sini saja tunggunya.
  • Kereta menuju Enschede tiba. Lanjut lagi 1 jam perjalanan.
  • Sampai di stasiun Enschede. Kecil dan cukup lengang. Belanda ternyata sepi alias kampung. Melihat Henry Ako, dia meninggalkan Enschede hari itu juga. Ketemu Savitri, Ilhamdaniah, Marisa dan Tommy. Berjalan dari stasiun 10′ sampai di ITC Dish Hotel. Melapor di lobby hotel, diberikan seperangkat (bukan alat sholat ya) peralatan tempur di ITC. Kartu mahasiswa dan aturan-aturan studi di ITC. Dapat kamar nomer 811. Kamar pertamaku di Belanda.