thanks to DevCop Prize, gw akhirnya punya kesempatan ‘jalan-jalan’ ke negeri Belgia. menjelang keberangkatan ke sana, baru tahu kalau ternyata Belgia terkenal dengan coklat, negara kedua setelah Swiss tentunya. Sebagai contoh Leonidas, Neuhaus, Côte d’Or, Godiva, dll.

  • sebelum berangkat, dapat multiple entri visa secara gratis, dari kedutaan belgia di Tokyo. kebetulan harus berangkat ke jerman, satu bulan sesudah dari belgia.
  • 09-06-07 11:10, Kansai – Schipol dengan KLM, seat sisi aisle (lorong) dan paling belakang biar tenang. ternyata ini akhirnya jadi favorit gw. dua alasan utama: dekat Toilet dan dekat dengan food/drink bar. Hohoho, favorit.
  • Kali ini KLM ada TV di masing2x seat-nya. Mungkin beda dengan KLM jurusan Ams – Jkt ya, kalau yang itu ga ada TV di masing2x kursi dan tempat duduknya sempit. Enakan naik bus LORENA deh. Tapi kali ini menyenangkan. Seat lapang dan juga ada TV-nya.
  • Pas perjalanan, nonton The Departed dan Shooter. Gw suka skenario departed, ini film pertama di Caprio yang gw suka, sebelumnya kesan gw peran dia macam novel2x picisan sebangsa kasih tak sampai (eh Romeo and Juliet) dan Titanic. Shooter so-so lah.
  • Sampai di Schipol j 16:30, bernostalgia bentar. “Can’t imagine to comeback to Holland!” untuk satu jam. Ganti terminal, ternyata jauh sekali letaknya! Sesudahnya harus ganti pesawat berangkat ke Brussels. Ternyata tertunda setengah jam. Pantasan ada minuman2x gratis dibagi. Orang2x pada ngeluh. Anyway, jadi juga berangkat, sekitar jam 18:00.
  • Sekitar 50′ di udara memandangi kota-kota dan lahan pertanian antara Amsterdam-Brussels, akhirnya tiba di Brussels. Airportnya kecil dan cari exitnya diputer-puter gitu. Sesudah dapat luggage, keluar dijemput Mr. Lechat, nice guy.
  • Di perjalanan terlihat seperti udara panas khas Summer.

di Brussels

  • Nginap di Comfort Art Hotel Siru. Ganti pakaian bentar, terus keluar cari internet. Di Hotel Internet mahal sekali. 30′ 5 euro (dasar penghisap darah!!!). Salah kostum, karena di Jepang sebelumnya kepanasan, gw kira di sana juga panas. Keluarlah gw pake celana pondok dan kaos oblong. Terkejutnya pas liat orang di jalan, kok pada pake Jacket.
  • Ternyata seperti “Dutch Weather”. Ga papa lah jalan terus. Menyusuri jalan, cari internet. Dapat warung orang Turki atau Maroko, ga bisa bedain deh. 2 euro 1 jam, lumayan murah. Bisa voice chat via YM dengan Ibet. Di Jepang berarti pukul 4 pagi tuh. Abis itu belanja snack dan minuman buat persiapan malam. Air minum di hotel rasanya ga enak, jadi beli air mineral terus.
  • Brussels ternyata kotanya “jorok”. Mungkin karena itu Sabtu malam dan petugas kebersihan belum sempat membersihkan. Lihat mediamarkt di satu jalan, jadi teringat Enschede. Tapi desain kotanya mirip dengan kota-kota di Jerman dan Belanda. Banyak menemui orang dengan wajah keturunan Arab (Turkey dan Maroko) dan Afrika. Kemungkinan karena mereka bisa bhs Prancis.
  • Main game bentar. Kecapean dan “Sleep well” malam itu.🙂