kebanyakan pelajar-pelajar yg BS temuin di sini adalah pelajar-pelajar yg berasal dari Cina dan India. karena itu ada pernyataan “Chinese and Indian are everywhere”. jika kamu membuka website-website kampus kampus di US dan Canada, maka bisa dipastikan bahwa kamu akan menemui orang-orang dari kedua negara di atas. apa yg membuat mereka seperti dominan?

lagi-lagi hanya satu yg BS bisa sebutkan, yaitu: MOTIVASI

bukan karena alasan lain? jadi bukan karena kepandaian? yah tentu saja kebanyakan mereka pandai-pandai, tetapi orang indo jg tidak kalah pandai. bahasa mungkin menjadi masalah kedua, tapi belajar bahasa juga karena motivasi kan? sebenarnya banyak sekali kesempatan yg ditawarkan buat beasiswa, tetapi ujung-ujungnya kebanyakan yg datang adalah orang-orang dari Cina dan India.

yang pasti, mereka lebih memiliki persiapan dibanding kebanyakan orang-orang Indo. kebanyakan dari kita, baru mulai memikirkan TOEFL pada saat akan atau setelah lulus. dan kemudian baru tahu berapa skor yg dibutuhkan buat itu setelah membaca persyaratan beasiswa, itu pun ketika pada saat mau melamar. kebanyakan orang Cina dan India memiliki persiapan ketika mereka masih S1. Di benak mereka sudah terbayang kampus-kampus yg terkenal seperti Berkeley, Illinouis, Boston, Massachusets, dan juga kampus-kampus yg kurang terkenal seperti Wyoming dan Denverdi US,  atau Sascatchewan di Canada, jauh ketika mereka masih TPB, hehehe🙂

selain itu mereka sudah memiliki banyak informasi tentang ini, yg sudah dimulai oleh senior-senior mereka sebelumnya. sesuatu yg tidak saya miliki ketika waktu masih di S1 dulu. sesuatu yg mau saya sampaikan buat anda-anda sekalian. jika memang berminat untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri, maka persiapannya tidak bisa dilakukan hanya setahun sebelumnya. perlu jauh jauh hari, atau jauh-jauh tahun.

istilah-istilah GRE, GMAT atau apa yg diujikan di dalamnya mungkin masih asing bagi sebagian kamu, tetapi tidak bagi kebanyakan orang Cina dan India. terdapat banyak sekali milis-milis yg mendiskusikan soal-soal GRE dan mendistribusikan soal-soalnya secara online. BS juga anggota dari beberapa milis orang-orang India. Ini mungkin yg berbeda dengan kita. Di Indonesia, adanya milis beasiswa, benar-benar memberikan kontribusi yg positif bagi ‘ekspor’ pelajar Indonesia ke luar negeri. Tapi di luar itu, sebenarnya masih banyak lagi kesempatan yg tidak diketahui.