Berikut pengalaman saya dalam mengurus bebas fiskal. Tempat mengurusnya adalah di DEPDIKNAS dekat jalan Pintu Satu Senayan (Bukan yang di wisma Aldiron). Terus di Kompleks Diknas cari saja gedung C (kalo ga salah), terus ke lantai 7 bagian Kerjasama luar negeri. Di situ silakan tanya bagaimana mengurus bebas fiskal utk pelajar yg pergi ke luar negeri (terutama yg mendapatkan beasiswa).

Silakan bawa  fotokopi dari

  • Paspor
  • Bukti anda menerima beasiswa
  • KTP
  • E-ticket (bisa juga air ticket application form)
  • Fotokopi visa (jika sudah jadi)
  • Surat rekomendasi dari tempat kerja / kampus (jika ada lebih baik)

Kemudian mereka akan mengeluarkan surat pengantar / rekomendasi ke Departemen / Dinas Pajak. Nanti yg mengeluarkan pernyataan anda tidak perlu membayar fiskal adalah dinas pajak ini. Kemudian di Cengkareng (jika anda berangkat dari Cengkareng), temui bagian di Terminal Keberangkatan, kalau dulu di pojok kiri. Silakan di sana masukkan formulir yg sudah anda isi tersebut, kemudian anda mendapat formulir pengesahan bebas fiskal.

Jika mau membayar fiskal separuh (saya pernah melakukannya), berangkatnya lewat Batam, tp lewat pelabuhan laut. Saya waktu itu tujuannya menghemat, jadi berangkat lewat batam, lumayan diskon 500 rebu.

Jika anda sudah di luar negeri, segeralah ganti alamat. Jika sudah ganti alamat luar negeri, niscaya ketika anda kembali ke Indonesia dan berangkat ke luar negeri lagi, tidak perlu bayar fiskal.