• 21 Feb 2008. 9:30. Korean Air menuju Incheon.
  • Di dalam, sebelah gw orang Indo, orang jogja yg menuju Florida. Booo, masih 15 jam lagi dari Incheon. Dia akan jadi koki di kapal. Katanya menunggu di Bandara sekitar 7 jam.
  • 22 Feb 2008 06:00 tiba di Incheon. Kapten membangunkan kami, suhu udara 0 derajat di luar. Wah aku salah, jaketku ada di luggage. Tdk mungkin diambil, karena sudah di-checked-in utk langsung ke Kansai.
  • Tiba di Incheon (untuk kedua kali), tapi baru ini pertama kali rencana menuju Seoul.
  • Imigrasi, dapat cap masuk ke Korea, dapat 1 bulan ijin tinggal. Tidak perlu lamar visa sebelumnya, karena aku tidak perlu visa masuk ke Korea jika transit. Baca ini utk lebih jelas.
  • Tukar uang di lantai 3 bagian keberangkatan, kurs-nya lebih baik dari pada di lantai 1 kedatangan. Ini juga terbukti 1 bulan kemudian. Nilai tukar di lantai 3 jauh lebih baik🙂 .
  • Tanya kebagian tourist information. Dapat peta Seoul gratis dan nama2x tempat yang terkenal. Dibilang naik Limo saja, bayar 9000 Won, sekitar 900 Yen atau 70 ribu rupiah. Murah!!
  • Sebelumnya titip tas punggung dulu. Masa 10 kg mau dibawa jalan2x bisa2x jadi Arnold pulangnya dan istriku ga kenal lagi😛 .
  • Tidak ada loker koin di terminal. Penitipan ada di lantai 3 bagian keberangkatan, terus ambil aja pojok sebelah kanan kalau dari arah pintu masuk terus cari aja orang yang rame2x di situ. Yang ini bayar 6000 WON. Ternyata loker sebenarnya ada, tapi di bagian dalam sekali. Kalau tahu sebelumnya aku bisa titip di situ, bayarnya sekitar 4000 WON.
  • Sebelum berangkat cari dua potong roti dan 1 botol air mineral. Trip murah :-p
  • Berangkat jam 8:30. Limonya hyundai, pabrikan mobil terkenal Korea, tapi bunyinya kaya truk…Grung grunggggggg! Bayar di dalam uangnya.
  • Udara memang agak dingin, pake dua jaket tipis dua lapis.
  • Dari bandara ke Seoul, lewat highway pemandangan biasa-biasa aja. Luas sejauh mata memandang, tapi terlihat gersang.
  • Baca-baca bentar di bus tentang Seoul, langsung tertidur bles.
  • Mendekati Seoul, banyak jembatan terlihat. Menyeberangi sungai Han dengan satu jembatan dekat pulau yang banyak burung2xnya bagus. Tiba-tiba kok teringat Sungai Waal, Nijmegen, tapi ya sungai Han jauh lebih besar.
  • Tiba di Downtown of Seoul jam 9:30. High Risk Building. Aku teringat Rotterdam dan Brussels. Udara dingin, landscape yang luas di kiri dan kanan, gedung2x tinggi yah, mirip suasana Eropa. Kontras dengan Jepang, dimana landscapenya ga terlalu luas. Pedestrian di downtown Kyoto atau Osaka tidak selebar ini.
  • Berbekal peta dari Bandara, berjalan menuju bunderan dekat city hall. Lebar sekali bunderannya. Di seberang hotel-hotel menjulang. Mungkin ini tempat yang paling aksesibel.
  • Berjalan mengikuti kaki melangkah. Masuk lorong2x jalan belakang seperti di Kawaramachi Shijo/Sanjo. Banyak kedai-kedai makanan. Biasanya selalu ada gambar. Diantaranya ada gambar sup isi daging kuahnya warna merah coklat seperti gulai. Hmm, mungkinkah ini gulai daging inu seperti kata Na San temanku orang Korea. Tak mungkin, inu niku mahal katanya.
  • Banyak gambar sayur2x seperti Kimchi.
  • Orang Korea mirip orang Jepang, tapi badannya seperti lebih besar.
  • Akhirnya sampai di Cheonggyecheon. Sungai buatan dan bersih di antara bangunan2x besar. Memanjang sekitar 5 km. Tidak seindah foto-fotonya yang kulihat di brosur. Tapi lumayan menyegarkan melihatnya.
  • Lapar, cari makan dulu. Tidak banyak yang buka karena masih pagi. Kukira orang Korea bisa bhs Jepang. “Makan,” ujarku pake bhs Jepang. Dia bingung. Sekali aku bilang “Saya mau makan” dalam bhs Inggris. Dia tetap bingung. Mungkin dia pikir, emang gw emak atau bini loe :p .
  • Pake bhs tubuh, dia ngerti. Dia ngomong bhs Korea, gw bingung. Dia akhirnya tarik gw keluar. Tunjuk2x makanan mana. Oh ngerti, dia mau tanya pesan apa. Gw tunjuk aja sup gulai merah yang menggoyang lidah dan perut dari tadi.