Bermain bola ketika demam sepakbola sedang menghangat, seperti pada saat piala eropa atau piala dunia memang memberi kesan tersendiri. Saat ini perhatian para penggemar bola memang tertuju kepada benua biru eropa. Setelah menyelesaikan babak semifinal, partai puncak yang akan diselenggarakan hari senin dini hari antara Jerman vs Spanyol, akan sangat sayang ditinggalkan oleh para penggemar bola atau juga disebut para gibols/gila bola.

Tak ketinggalan “kampung” kami di Kyoto ikut meramaikan sepakbola dengan latihan futsal mingguan. Ukuran lapangan memang “hanya” separuh lapangan asli, tapi tetap saja napas akan ngos-ngosan kalau kita baru sekali main. Memang aku baru kali kedua ini ikut main, setelah kawan-kawan memulainya untuk beberapa kali. Namun demikian dengan “high spirit” yang kami punya, rasanya permainannya tidak kalah mengasikkan dengan permainan yang kita tonton di teve. Tak usahlah membandingkan cara permainannya. Strategi dan stamina memang tak sama bos, tapi permainan tak kalah mengasyikkan.

Posisi yang aku gemari adalah bek kanan dan tengah, alias posisinya Lilian Thuram. Tapi bedanya kalau Thuram kadang-kadang masih bisa maju menyerang, kalau kite sekali maju susah mundurnya bos. Soalnya tak pernah latihan dalam seminggu, alias kebanyakan duduk di depan layar monitor.

Selain permainan di lapangan, kampung kami mengadakan nonton bareng dengan layar lebar dimotori oleh Pak (Dr.) Sasa, pembuat gawang dan sekaligus promotor nonton bareng. Dengan disponsori kopi Toraja dari Pak (Dr.) Erwin partai final rasanya akan sulit dilewati tanpa “kebersamaan” nonton bareng. Jadi ingat salah satu iklan rokok: “…… asiknya rame-rame”. Selamat menikmati final euro.

Pesan sponsor Spanyol vs Jerman 2:1 1:0😉