Tanpa kita sadari kita dihadapkan pada pilihan antara “legal” dan “ilegal”nya barang, waktu, ijin dan banyak hal lagi dalam keseharian. Buat anda yang taat hukum atau takut “dihukum” tentu anda akan memilih menggunakan produk-produk yang legal.

Tapi tidak bisa dipungkiri sistem perekonomian sekarang, seperti: “negara berkembang dan tidak berkembang”, “miskin dan kaya”, “mudah dan susahnya akses”, “ketersediaan fasilitas atau tidak”, membuat kita dihadapkan kepada dilema dalam hal legal maupun ilegal. Adakah diantara kita yang tidak pernah memakai produk-produk ilegal?

Bagaimana pendapat anda?

Ambil contoh perangkat lunak. Dulu sebelum tahun 2002 ketika software-software dan undang-undang licensi dimenangkan oleh Windows, maka banyak OS (Operation System) yang menggunakan faked windows alias ilegal. Sesudah tahun 2002, sekarang hampir semua laptop yang baru biasanya dilengkapi dengan windows yang asli. Kecuali kalau memang anda bilang saya minta yang “kosong” saja. Biasanya beda harga yang “kosong” dan yang “isi” cukup lumayan, sekitar 500 ribu. Ga tau sekarang.

Contoh lain adalah CD Film. Siapa yang tidak pernah beli CD Film harga 5000 perak di pinggir jalan. Ketika anda jalan-jalan dan anda melihat CD Lord of The Rings Kesukaan anda, sepertinya harga lima ribu terlalu sayang untuk dilewatkan. Anda membelinya dan jadilah, kita juga menggunakan CD bajakan.

Contoh yang serupa juga pada produk baju dan sepatu seperti Nike, Adidas, dll yang bisa anda beli dengan harga sepertiga dari harga aslinya ketika produk itu produk bajakan. Yang pentingkan “branded”. Toh teman saya orang Belanda waktu itu bilang, “Who cares, people don’t know it”. “They only saw the brand,” tambahnya.

****

Ada juga yang antara legal dan tak legal

Anda pernah membuka Youtube. Tentu saja😀

Hari gini ga tau youtube, kelaut aje😀 . Di Youtube anda bisa mendapatkan akses menonton film-film kesukaan anda (bahkan juga mendownload) sepuas anda jika film-film tersebut ada “dipasang” di sana. Youtube sendiri sebagai perusahaan yang menyediakan jasa penyimpanan video adalah legal. Sebagai bukti YT sendiri dibeli oleh google sehingga sekarang namanya menjadi googlevideo atau digabung oleh google untuk pencarian file-file video. Saya sendiri pernah menonton Diehard 4 di sana. Tidak tahu siapa yang pasang dan tidak kenal. Tapi saya tahu video itu adalah ilegal dan setelah beberapa waktu mengecek lagi, account yang memasang video di atas terkena “banned”.

Selain Youtube, sekarang lebih banyak lagi site-site penyedia jasa penyimpanan video, seperti Veoh dan banyak sekali yang lain, saya sendiri tidak ingat. Youtube sendiri akhirnya membuat peraturan-peraturan yang lebih ketat, seperti kerjasama dengan film-film hollywood, Liga Inggris dan juga UEFA, sehingga bajakan film-film hollywood lebih sedikit lagi tersedia. Begitu juga dengan “highlight” aksi2x Liga Inggris yang tidak bisa dilihat lagi karena biasanya video-videonya sudah “unavailable”.

Jadi walaupun Youtube-nya legal, tetapi karena content-nya ilegal maka aksesnya menjadi dibatasi.

***

Bagaimana dengan pengguna?

Untungnya sampai saat ini belum ada aturan-aturan eksplisit untuk konsumen pengguna barang-barang ilegal di atas, kecuali untuk software-software. Kalaupun ada pada software biasanya pengguna ilegal tidak bisa mendapatkan “update” dari software-software yang diinginkan. Sebagai contoh jika windows anda ilegal, maka ketika anda mengakses website windows untuk mengakses windows dan produk2x tambahannya seperti internet explorer dan windows media player maka “request” anda untuk update tidak akan diproses.

Dari sisi hukumnya sendiri sampai sekarang menurut saya tidak terlalu jelas. Pernah memang ada isu-isu seperti ada pemeriksaan di bandara secara acak pada laptop-laptop anda apakah memiliki software ilegal atau tidak. Saya sendiri tidak yakin akan kebenaran hal ini karena tidak pernah mengalami sendiri dan tidak pernah menyaksikan orang yang pernah digeledah untuk hal ini.

Jadi untuk saat ini para konsumen produk-produk ilegal sebenarnya masih bisa “bernapas lega” walaupun sebenarnya perlu berhati-hati karena peraturan bisa saja berubah ketika anda tidak mengetahuinya / memantaunya. Tindakan praktis yang saya lakukan adalah menginstal software-software yang legal atau juga dari open source. Kalau masalah baju atau sepatu yang tidak legal, saya yakin produsen2x baju atau sepatu tidak akan melakukan “sweeping” di bandara😀