Membaca berita tentang meninggalnya 21 orang di Pasuruan kemarin, benar-benar menyedihkan hati kita. Tidak tahan untuk tidak menulis di blog ini. Ini potret kesusahan atas ekonomi, sulitnya uang membuat orang mau berdesak-desakan (baca: antri) untuk memperoleh bantuan melalui zakat di Pasuruan. 

Dua hari sebelumnya, saya juga membaca tentang pemberian BLT (Bantuan Langsung Tunai) untuk bulan ini, dimana antriannya betul-betul padat (lihat foto-foto dan beritanya pada blog ini, blog ini dan berita ini).

Kejadian-kejadian di atas menggambarkan susahnya ekonomi sebagian besar masyarakat kita. Anda dan saya (mungkin) masih beruntung karena bisa blogging, blogwalking dan browsing internet. Tapi tetangga-tetangga di sekitar kita (mungkin) mengalami kesusahan demikian. Mungkin kita bisa membantu sedikit dan itu bisa meringankan sebagian beban.

Di sisi lain, membaca berita-berita tentang banyaknya para tersangka korupsi yang ditangkap. Korupsinya pun tidak tanggung-tanggung dari puluhan sampai ratusan milyar. Miris bukan ketika membaca berita korupsi yang begitu besar, sementara banyak orang berdesak-desakan hanya untuk mendapatkan (maaf) puluhan atau ratusan ribu rupiah.

Selain itu, para wakil rakyat dan partai politik saat ini hanya disibukkan oleh urusan siapa yang akan diusung menjadi RI Satu atau partai mana yang berpeluang menang di Pemilu tahun depan.

Benar-benar memilukan!

*) Turut sedih buat saudara-saudara yang ditinggalkan keluarga karena musibah di Pasuruan.