Jarang sekali aku ‘ditinggal’ berdua bersama Sarah. Kalaupun pernah, biasanya tidak lebih dari dua jam, yaitu ketika mama Sarah pergi les bahasa atau satu kali ketika seminar tempo hari. Biasanya kalaupun aku libur atau berjalan dengan Sarah, mamanya selalu ada.

Tapi hari ini cukup berbeda, aku menghabiskan waktu ‘hanya’ berdua dengan Sarah sekitar tujuh jam, karena mamanya sedang tes JLPT. Sebuah rekor! Ya, benar sekali. Tidak gampang tentunya mengurus bayi berumur satu tahun. Jika haus atau lapar tentu gampang sekali rewel atau menangis. Kali ini terjadi sekitar jam 9:30 pagi. Sarah menangis dan biasanya akan tenang jika minum ASI. Kali ini, aku coba menepuk2x dadanya sambil menenangkan dia. Puji Tuhan, berhasil! Ia balik tidur lagi dan aku juga kembali ke peraduan di tengah suhu di luar yang sekitar 4 derajat celcius.

Tapi keajaiban tidak berlangsung lama. 30′ kemudian Sarah terbangun dan kali ini tangisannya lebih keras dan tepukan-tepukan di dada tidak menenangkannya.

Saya coba kasih minum Susu formula, tetapi ia tetap menangis. Kali ini saya coba putar lagu-lagu kesukaannya dan hasilnnya cukup berhasil. Dia tenang, tertawa-tawa dan menari. Hahaha, anak yang baik!

Sekitar 11:30, perutku mulai keroncongan dan meminta untuk diisi. Ide yang ada di kepala saat itu adalah beli lauk yang sudah jadi. Tapi Sarah tidak mungkin ditinggal. Akhirnya Sarah kuajak, tentunya dengan menyiapkan pakaian ‘tempur’ agar tidak kedinginan di luar. Ternyata dia cukup menikmati, walaupun terlihat wajahnya terlihat kedinginan. Kugayuh sepedaku, dengan Sarah duduk di tempat dudukan anak, ke Supermarket Al-Plaza, supermarket dekat rumah dan jadilah aku berdua dengan Sarah berbelanja. Kuambil beberapa potong ayam goreng dan beberapa kue dan kumasukkan ke keranjang belanja.

Selanjutnya kami berjalan-jalan sebentar dan menikmati ‘hangat’nya udara di dalam, sebelum aku memutuskan pulang karena Sarah terlihat bosan. Kembali ke rumah, aku cek email dan ternyata ada pesan dari mama Sarah agar popoknya jangan lupa diganti. Ok bos! Pesan diterima, dibalas dan segera popok Sarah diganti.

Setelah itu, kami makan siang. Sarah makan sendiri nasi dengan lauk ayam. Lebih tepatnya bermain-main dengan nasi dan lauk ayam. Alright, daddy is here! Jadi, aku makan sambil menyuapin Sarah. So nice!

Siangnya Sarah terlihat mengantuk dan tidak bisa tidur. Tanda-tandanya adalah dia rewel-rewel tapi tidak bisa ditenangkan. Apa akal? Kali ini bawa Sarah pake kereta dorong keluar. Menurut pengalaman sebelumnya Sarah akan tertidur kalau dia di kereta dorong yang bergerak. Masalahnya kali ini udara jauh lebih dingin dibanding sebelumnya. Akhirnya dengan selimut dan pakaian yang tebal, Sarah kubawa keluar pakai kereta dorong. Kebetulan tetangga depan yang baik hati dan ramah, keluar dan menyapa, “Sekarang dingin ya, ujarnya”. Iya, kubilang, jangan sampai dia tanya kenapa aku bawa keluar, nanti malah Sarah makin rewel. Setelah melewati beberapa ratus meter dan melewati rel KA, terlihat Sarah mulai mengantuk. Setelah itu, akhirnya dia terlelap. Sesudah meyakinkan bahwa Sarah benar-benar terlelap, aku memutar-mutar sebentar dengan kereta tersebut dan kembali ke rumah, sekitar jam 2. Jam 3 Sarah terbangun dan terlihat lebih segar. Kali ini, mungkin mamanya sudah selesai tes JLPT. Sarah aku bawa ke Stasiun Keihan dekat rumah dan di sana kami bertemu mama Sarah yang baru keluar dari stasiun. Great experience with Sarah!