Anda takut melamar beasiswa. Anda mungkin berpikir alasan-alasan berikut yang membuat anda sampai sekarang tidak mencoba memasukkan lamaran beasiswa.

  1. IPK saya rendah. Banyak beasiswa memang mensyaratkan beasiswa sebagai salah satu alasan, tapi tidak semuanya. Ada juga yang titik beratnya tidak di beasiswa, tapi di kemampuan-kemampuan lainnya, seperti kemampuan bahasa, pengalaman anda, minat anda, prestasi anda di bidang lain. Ingat, beasiswa tidak diberikan kepada orang yang ber-IPK 4.0 saja.
  2. Saya tidak tahu kemana mencari beasiswa. Kemudahan yang ada di jaman sekarang, membuat kita tinggal mencari informasi beasiswa di internet. Masukkan kata “beasiswa” atau “scholarship” tambah dengan “bidang yang anda minati”, anda akan menemukan informasi yang anda butuhkan. Selain itu, kunjungi pengumuman-penguman resmi di fakultas atau kampus anda. Biasanya ada informasi beasiswa di sana.
  3. Saya tidak bisa menulis surat lamaran / esai / statement of purpose. Memang tidak gampang menulis surat demikian apalagi menceritakan sesuatu tentang diri anda dengan bahasa yang formal dan menarik bagi pembaca. Jangan takut untuk hal ini, mulailah dengan latihan, latihan dan latihan. Jika anda sudah selesai menulisnya, mintalah rekan anda, dosen anda, orang tua, saudara untuk membaca. Minta masukan dari mereka dan jangan segan minta tolong mereka memberi masukan kelebihan anda yang belum anda tuliskan.
  4. Saya tidak layak mendapatkan beasiswa. Tidak ada yang tidak layak. Beasiswa diberikan sebagai investasi bagi sumber daya manusia. Karena itu tidak semua beasiswa diberikan karena anda layak, tetapi karena anda memiliki kemauan untuk maju. Jadi, jika anda memang ingin maju, itu akan menjadi poin penting yang dihargai pemberi beasiswa.
  5. Saya malu meminta rekomendasi kepada orang. Jangan takut. Orang-orang biasanya merasa terhormat ketika mereka diminta rekomendasi.  Tentunya anda harus mencari rekomendasi ke orang-orang yang mengenal anda agar ia bisa menuliskan sesuatu yang tepat tentang anda.
  6. Saya tidak memiliki waktu untuk mencari beasiswa. Ingat, ketika anda mendapatkan beasiswa, anda itu akan membayar investasi waktu yang anda berikan. Coba bayangkan kalau anda mendapat beasiswa pendidikan selama dua tahun. Itu artinya sama saja anda digaji dua tahun atau orang yang bekerja dua tahun sementara anda menggunakan waktunya untuk studi (investasi yang lain lagi)!
  7. Saya punya cukup uang dari orang tua. Beasiswa tidak semata-mata buat orang yang tidak mampu. Ketika anda mendapat beasiswa, rasa percaya diri anda akan meningkat.