Peri penolong

3 Comments

Orang bilang Tuhan bisa pakai siapa saja untuk membantu anda. Saya menyebutnya seperti ‘peri’ penolong.

***

Suatu pagi yang dingin di Belanda di awal Januari 2006 saya akan pergi ke suatu alamat di kota Arnhem untuk tes TOEFL.  Berbekal sandwich buatan sendiri yang sudah saya siapkan malam sebelumnya, saya bergegas menuju stasiun Enschede. Tiket sudah saya siapkan sebelumnya supaya tidak mengantri dan jadinya malah ketinggalan kereta.  Perjalanan yang saya tempuh dari Enschede memakan waktu sekitar 1 jam 45′ . Tes yang dilakukan pukul 9:00 pagi membuat saya harus berangkat paling tidak jam 6:30 waktu Belanda teng dari stasiun Enschede.

Udara winter memang tidak bersahabat, terutama winter di Belanda, pikir saya. Sewaktu-waktu salju bisa turun yang membuat repot ketika berjalan dan becek. Syukurlah pagi itu tidak ada salju walaupun mungkin waktu itu udara sekitar 5 derajat celcius. Suasana gelap ketika kereta berangkat karena masih pukul 6:30. Saya harus ganti kereta beberapa kali karena pagi itu tidak ada kereta langsung ke Arnhem. Orang-orang di kereta terlihat cuek. Semua mengenakan jaket winter yang tebal dan penutup kepala. Mereka kebanyakan berperawakan separuh baya, yang menunjukkan kebanyakan adalah para pekerja kantor ataupun karyawan-karyawan perusahaan.

Di tengah perjalanan, sesekali aku mengudap sandwich yang kubawa tadi. Kuteguk air keran yang kubawa dalam botol plastik bekas, aku mencoba memandang keluar menembus kesunyian pagi. Ah, sang surya masih lelap di peraduannya. Pukul 08:15 aku tiba di stasiun Arnhem. Orang-orang bergegas berlalu lalang meninggalkanku yang masih mencari-cari rute ke alamat yang kutuju. Kudapati sebuah peta di bagian luar stasiun dan kubandingkan dengan peta kecil di genggamanku. Sambil menduga-duga aku berjalan ke arah yang kurasa benar. Pagi itu di luar stasiun masih terlihat sepi dan gelap. Aku ragu untuk bertanya ke orang-orang karena udara yang dingin seperti membuat orang enggan berhenti. Akhirnya setelah berjalan sekitar 15′, kudapati nama jalan yang kucari. Hanya nama gedungnya yang kucari tidak ada tertulis di sekitar jalan tersebut. Dan aku tidak suasana sekitar pun masih terlihat sepi sekali. Akhirnya, kucoba mencari-cari ke sekitar sampai sekitar 10′ sebelum waktu tes berlangsung, namun tidak ketemu. Udara yang dingin menambah kegalaun.

Di tengah kebingunganku, tiba-tiba aku disapa seorang wanita separuh baya, mungkin berumur di atas 40 tahun. “Morning, are you looking for a place for a toefl test?” ujarnya. “Yes”, kubilang padanya. “I am the toefl test officer, come and follow me, ” katanya. Tiba-tiba ada suasana seperti menjadi sangat cerah.  Aku tidak banyak berbicara dan mengikuti langkahnya.

***

Pagi itu, Tuhan pakai petugas toefl menjadi peri penolongku.

sesudah absen

Leave a comment

Sudah lama sekali saya absen dari menulis blog. Banyak kegiatan yang menyita waktu dan perhatian yang membuat saya berhenti menulis di sini. Bukan masalah ide, tapi lebih tepatnya karena waktu dan prioritas. Tapi saya tidak berhenti menulis kok. Sebagai seorang peneliti, tulisan adalah bagian dari kegiatan sehari-hari. Istilah yang sering sering kita dengar “publish or perish!” itu masih berlaku kok.

More

Coba tonton ‘The Interpreter’

2 Comments

Apakah sudah pernah nonton film ‘The Interpreter‘?

Saya baru menontonnya beberapa hari yang lalu dan puas dengan setting dan tema yang disajikan di film tersebut. Film tersebut mengisahkan cerita tentang seorang penterjemah di United Nations (Perserikatan Bangsa-bangsa) yang dikejar-kejar setelah ia mendengar pembicaraan dalam bahasa Ku, sebuah bahasa di Afrika, yang isinya tentang rencana pembunuhan seorang presiden dari sebuah negara fiktif di Afrika.

Jika anda suka cerita-cerita ‘thriller’ yang menegangkan, tentu anda akan suka film tersebut.

Bintang di film tersebut adalah: Nicole Kidman, Sean Penn dan Catherine Keener.

Cerah yang menipu

2 Comments

Sore ini udara cerah. Benar-benar cerah setelah hampir seminggu hujan atau berawan gelap. Tapi rasanya kok aneh, kuping menggigil, rasanya ngilu. Ternyata suhunya -5 C.

Di lab, si bos akhirnya datang juga setelah ditunggu setengah jam. Akhirnya, tulisan resiliency ku dibaca juga olehnya. Butuh lebih dari lebih dari dua bulan buat tulisan itu untuk disentuh.

Foxmark

Leave a comment

Baru kemaren menemukan aplikasi Foxmark, yang memudahkan untuk menata bookmarks kita. Sejauh ini Foxmark didesain untuk web browser Firefox walaupun dalam perkembangan terakhir di blog mereka, dapat juga digunakan untuk IE. 

Bagi saya ini memudahkan karena Foxmark bisa diakses melalui account via web (my.foxmark.com) dan juga bisa diunduh ke web browser Firefox kita.

Foto Soekarno di ITB

4 Comments

Dari sebuah email list, seorang rekan mengirimkan email terusan dari milist lain dengan attachment tiga foto Bung Karno di ITB. Karena diteruskan lewat milist ke milist, saya pikir ini “tidak apa-apa” di share ke publik. 

Menurut catatan dari email pertamanya, Pak Bambang  Hidayat dari Pasir Muncang,Dago Atas yang memiliki foto-foto di atas. Kredit ke beliau.

Ada yang tahu siapa-siapa saja di gambar ini selain Bung Karno dan Bung Hatta? 

apa manfaat sekolah?

16 Comments

rekan-rekan sekalian, apa manfaat sekolah menurut anda?

mengapa saya bertanya demikian? sejauh ini kita selalu mendengung-dengungkan pendidikan sebagai ujung tombak untuk memajukan bangsa. di sisi lain, banyak pengangguran dan orang-orang yang sudah selesai dari “bangku sekolah” kesulitan mencari pekerjaan.

mengapa berinvestasi pada pendidikan? mengapa tidak lebih banyak dibuat dibidang ekonomi saja?

saya punya jawaban sendiri, tapi saya menunggu komentar rekan2x semua di sini. ditunggu ya, terima kasih! 😀

Older Entries