Selamat Idul Fitri

3 Comments

Buat rekan-rekan sekalian yang merayakan Idul Fitri, saya mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri: Mohon Maaf Lahir dan Batin

Semoga rekan-rekan sekalian yang mungkin sedang berkumpul bersama keluarga ataupun yang jauh dari keluarga bisa menikmati Lebaran dengan sukacita.

Mari bermaaf-maafan

Mari bermaaf-maafan

sumber kartu: Kapanlagi.com

Advertisements

lulus SMA: beasiswa lanjut S1 ke LN?

9 Comments

ada pertanyaan dari beberapa orang yang berkunjung ke blog ini:

“Bang, saya masih SMA dan berminat lanjut sarjana (S1) ke luar negeri, ada program beasiswa apa dan bagaimana caranya?”

thanks buat pertanyaan teman-teman tersebut. jawaban yang langsung di benak saya ada dua: Monbusho (Jepang) dan Nanyang (Singapore) . saya bisa jawab demikian karena ada dua orang rekan yang saya kenal mendapat beasiswa2x di atas.

  • untuk Monbusho, silakan klik langsung dari website kedutaan Jepang di Indonesia di sini.
  • untuk Nanyang, saya belum dapat link-nya (ada yang tahu?). biasanya ada pengumumannya di kompas. atau mungkin bisa anda google dengan keyword: “scholarship undergraduate study Nanyang University Technology Singapore”.
selain kedua beasiswa di atas, dulu ada beasiswa yang disediakan oleh BPPT, namanya program STAID. Sepertinya program ini tidak berjalan lagi, selain itu beasiswa ini kompetitif sekali.
Ada yang punya pengalaman / bisa menambahkan?

waktu tepat untuk cari kerja

1 Comment

Tidak tahu kenapa, tiba-tiba kemarin ada telepon mencari saya dari Tata Usaha bagian mahasiswa asing KU. Ternyata si petugas ini diminta oleh seorang profesor untuk bertanya ke salah seorang mahasiswa Indonesia,  kebetulan saya, tentang “kapan mahasiswa di Indonesia mulai mencari kerja”.

Ditanya demikian, jawaban saya yang terpikir ketika itu: “mungkin sekitar tiga bulan sebelum lulus”, saya bilang begitu. Sebenarnya bahkan kebanyakan orang juga mencari pekerjaan setelah lulus, betul nggak?

Seingat saya, dulu teman2x yang baru lulus jadi lebih sering membeli atau paling tidak memelototi Kompas hari Sabtu, untuk melihat iklan-iklan lowongan yang banyak dibuat dipasang di hari Sabtu. Tidak tahu kalau sekarang ya, itu ingatan saya tentang lima tahun yang lalu.

Di Jepang sendiri, kebanyakan orang / pencari kerja sudah mencari kerja dari dua tahun atau satu tahun sebelum lulus. Sebagai contoh, satu orang rekan saya di lab, dari dua tahun sebelum studi master-nya beres, sudah mulai ikut interview2x pekerjaan. Ia baru diterima setahun berikutnya setelah mengikuti serangkaian tes / interview yang dilakukan selama berbulan-bulan. 

Dan dari teman2x yang ada di lab di KU, kebanyakan sudah mendapatkan pekerjaan satu tahun sebelum lulus. Karena itu, mereka akan lebih bisa “mempersiapkan diri” dengan mencari info sebanyak-banyaknya tentang perusahaan yang akan mereka masuki nantinya.

Bagaimana dengan di Indonesia? Seingat saya sepertinya tiga bulan tadi. Atau bahkan kebanyakan orang baru mencarinya juga setelah lulus. Akibatnya, banyak orang memiliki waktu menjadi “pengangguran” atau istilahnya waktu yang digunakan untuk mencari pekerjaan.

Tapi memang sistem yang dibuat di Indonesia, dimana seseorang baru bisa mencari pekerjaan dengan “ijasah”, membuat kita harus lulus terlebih dahulu sebelum bisa melamar pekerjaan. Mungkin sistem ini bisa diubah sehingga para pencari kerja bisa lebih menghemat waktu untuk mencari pekerjaan.

Ada ide dan pengalaman?

memilukan!

2 Comments

Membaca berita tentang meninggalnya 21 orang di Pasuruan kemarin, benar-benar menyedihkan hati kita. Tidak tahan untuk tidak menulis di blog ini. Ini potret kesusahan atas ekonomi, sulitnya uang membuat orang mau berdesak-desakan (baca: antri) untuk memperoleh bantuan melalui zakat di Pasuruan. 

Dua hari sebelumnya, saya juga membaca tentang pemberian BLT (Bantuan Langsung Tunai) untuk bulan ini, dimana antriannya betul-betul padat (lihat foto-foto dan beritanya pada blog ini, blog ini dan berita ini).

Kejadian-kejadian di atas menggambarkan susahnya ekonomi sebagian besar masyarakat kita. Anda dan saya (mungkin) masih beruntung karena bisa blogging, blogwalking dan browsing internet. Tapi tetangga-tetangga di sekitar kita (mungkin) mengalami kesusahan demikian. Mungkin kita bisa membantu sedikit dan itu bisa meringankan sebagian beban.

Di sisi lain, membaca berita-berita tentang banyaknya para tersangka korupsi yang ditangkap. Korupsinya pun tidak tanggung-tanggung dari puluhan sampai ratusan milyar. Miris bukan ketika membaca berita korupsi yang begitu besar, sementara banyak orang berdesak-desakan hanya untuk mendapatkan (maaf) puluhan atau ratusan ribu rupiah.

Selain itu, para wakil rakyat dan partai politik saat ini hanya disibukkan oleh urusan siapa yang akan diusung menjadi RI Satu atau partai mana yang berpeluang menang di Pemilu tahun depan.

Benar-benar memilukan!

*) Turut sedih buat saudara-saudara yang ditinggalkan keluarga karena musibah di Pasuruan.

Foto Soekarno di ITB

4 Comments

Dari sebuah email list, seorang rekan mengirimkan email terusan dari milist lain dengan attachment tiga foto Bung Karno di ITB. Karena diteruskan lewat milist ke milist, saya pikir ini “tidak apa-apa” di share ke publik. 

Menurut catatan dari email pertamanya, Pak Bambang  Hidayat dari Pasir Muncang,Dago Atas yang memiliki foto-foto di atas. Kredit ke beliau.

Ada yang tahu siapa-siapa saja di gambar ini selain Bung Karno dan Bung Hatta? 

Minat untuk Persiapan terhadap bencana

2 Comments

judul di atas adalah terjemahan kasar untuk presentasi saya: Social Predictors of Intention to Disaster Preparedness. Isu persiapan terhadap bencana sudah menjadi isu yang sangat penting di kalangan peneliti bencana di dunia. Mungkin untuk Indonesia penelitian tentang ini masih baru dimulai.

Dengan model yang ada di presentasi ini, kita bisa menilai dan mengukur faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan orang untuk “bersiap” terhadap bencana. Latar belakang model ini adalah dari ilmu psikologi dalam konteks kebencanaan. Semoga berguna.

apa manfaat sekolah?

16 Comments

rekan-rekan sekalian, apa manfaat sekolah menurut anda?

mengapa saya bertanya demikian? sejauh ini kita selalu mendengung-dengungkan pendidikan sebagai ujung tombak untuk memajukan bangsa. di sisi lain, banyak pengangguran dan orang-orang yang sudah selesai dari “bangku sekolah” kesulitan mencari pekerjaan.

mengapa berinvestasi pada pendidikan? mengapa tidak lebih banyak dibuat dibidang ekonomi saja?

saya punya jawaban sendiri, tapi saya menunggu komentar rekan2x semua di sini. ditunggu ya, terima kasih! 😀

Older Entries