ada beberapa pertanyaan yg sering diajukan seputar beasiswa ke BS. Saya coba tulis di bawah ini pertanyaan2xnya juga sekalian jawaban yg BS tau. selebihnya kalo mau tanya jawab lagi, silakan saja
- BS, kalo beasiswa ke luar negeri itu mencakup apa saja sih?
ini macam-macam. tergantung jenis beasiswanya. tapi rata-rata beasiswa yg kita kenal, seperti ausaid, stuned, fulbright, chevening, norad, monbukagakusho, adalah beasiswa yg penuh. artinya beasiswa tersebut akan menanggung biaya sekolah, biaya belajar dan biaya hidup bulanan, plus juga ongkos pesawat pp.
- terus, selain itu, apa memang ada jenis beasiswa lain?
ya macam-macam. sebagai contoh ada beasiswa yg bernama TA/RA yg merupakan singkatan dari Teaching Assistanship dan Research Assistantship. Biasanya ini diberikan oleh kampus-kampus di Amerika Utara: US dan Canada. Sebenarnya persisnya keduanya bukan beasiswa, karena sebenarnya itu adalah upah dari kita bekerja. Jika kalian mendapat TA, maka kalian akan bertugas membantu dosen, menjadi asistan untuk mengajar. Kebanyakan TA diberikan kepada mahasiswa PhD, yg bertugas mengecek tugas-tugas atau mengajar matakuliah untuk S1 dan S2. Atau (mungkin) juga ada buat mahasiswa S2, ya bertugas buat mengecek atau mengajar buat S1. Kalau RA, kita akan terlibat di proyek-proyek dosen. Besarnya TA dan RA bervariasi, tapi pada umumnya, itu cukup untuk membiayai hidup bulanan kita, termasuk di dalamnya, uang kos, makan, transportasi dan sedikit tabungan
![]()
selain TA dan RA, kampus-kampus di Eropa Barat, seperti: Belanda, Jerman, Swiss, Italy, Prancis, Spanyol menyediakan beasiswa dalam bentuk proyek PhD. Proyek itu adalah proyek penelitian yg dimenangkan oleh seorang profesor atau kelompok penelitian, terus dibuka sebagai penelitian selevel PhD. Biasanya proyeknya selama PhD berlangsung. Dan jika kamu mengerjakan PhD dalam bentuk ini, maka kamu mendapat gaji bulanan. Biasanya besarnya lebih besar daripada kedua jenis beasiswa yg telah disebutkan di atas (beasiswa umum dan beasiswa TA/RA). Beberapa website yg bisa di-cek buat ini adalah: Belanda (www.academictransfer.nl), Inggris (www.jobs.ac.uk), selebihnya coba tanya Om Gugel deh.
- BS, saya sebenarnya berharap bisa bekerja dan membantu orang tua, apakah harus menunda kesempatan mencari beasiswa?
dari beasiswa sebenarnya kamu bisa menabung. asal pake ikat pinggang yg sedikit kencang
, hehehe. tapi ini benar kok, kamu bisa menabung sebagian dari beasiswa yg kamu peroleh. kebanyakan beasiswa diberikan dalam standar/gaya hidup yg normal atau menyenangkan. jadi kalau gaya hidup kamu tidak hedon, makan di restoran sekali atau dua kali seminggu, jalan-jalan ke negara tetangga, mudik tiap tahun, rasa-rasanya bisa menabung dan tabungannya lumayan juga lho. kalau memang niat untuk bantu keluarga, malah dengan beasiswa rasanya lebih nyaman.
- BS, apa sih sebenarnya kelebihan kuliah di luar negeri, kebetulan saya sedang berpikir, apa lanjut kuliah di dalam negeri atau luar negeri saja?
ada beberapa pertimbangan menurut BS. pertama tentunya adalah membuka cara pandang. dengan ini kamu nanti jadi “lebih berani” jika nantinya perlu atau mau bekerja di luar negeri. kadang-kadang kita takut karena belum ada pengalaman kan? tapi dengan pengalaman sekolah di luar, membantu kamu utk mengetahui bagaimana orang “luar”. kedua adalah bahasa. ini yang belum kita miliki di indonesia. kalau di kampus ganesha, orang malah semakin jago dengan bhs sunda, jawa, batak, palembang, tapi bukan bhs inggris. tapi kalo sekolah di luar, mau ga mau ya bhs inggris kan? ini nilai tambah yg luar biasa. ketiga fasilitasnya. kebanyakan persoalan di indonesia adalah keterbatasan buku, jurnal-jurnal international (ini masalah yg paling besar soalnya langganannya muahal sekali), ketersediaan dosen, diskusi dengan ahli-ahli di bidangnya, dll. menariknya BS pernah bertemu dan diskusi langsung dengan beberapa dosen yg menulis buku-buku yg pernah BS baca. wow, asik kan? sayangnya ndak sempat minta tanda-tangan
![]()
- BS, sepertinya cari beasiswa susah ya? benar nggak sih?
ya dan tidak. ya karena memang banyak yang mau mendapatkannya. tidak kalau hanya kita (sedikit) yang melamar? tapi jawaban yg kedua mungkin tidak masuk akal ya, masak cuman kita yang melamar? ya, tapi kalau dari awal kita sudah berpikir susah nanti kita tidak melamar. jadinya sedikit yg melamar, akibatnya orang yg melamar jadi dapat, tul nggak. nah maksud BS sebenarnya bukan bilang itu gampang atau tidak. kita tidak tahu kalau kita tidak mencoba. Coba ada yg tau ga BS berapa kali mencoba cari beasiswanya? ada yg tau, nanti dikasih omiyage ya
. jangan tanya BS apa artinya omiyage
. Jadi kembali ke intinya, ya kalau memang kita benar-benar ingin mendapatkan beasiswa, silahkan mencoba. kalau kita mencoba tentu ada jalan terbuka/dibukakan.
- BS, bagaimana belajar TOEFL nya supaya tinggi?
di jawab di posting yg lain ya.
15 responses so far ↓
wisnu wahyudi // January 21, 2008 at 9:25 am |
apakah mungkin jika IPK rendah (2,6 misalnya) dapat lolos beasiswa luar negeri? terutama S2 / Shortcourse yang diambil jurusannya beda dengan S1 nya? gimana caranya?
Saut // April 19, 2008 at 3:16 am |
wahyudi, pertanyaannya saya sudah jawab langsung ke email saudara. thanks
delti // June 18, 2008 at 1:54 pm |
katanya lebih bagus lagi ya kalo kita dapat rekomendasi dari professor di univ luar yy dituju? seberapa penting sih? trus susah gak get connected dgn professor luar? thanks before..
Saut // June 18, 2008 at 2:23 pm |
itu tentu rekomendasi yang bagus ya. tapi pengalaman saya sendiri, itu tidak menjadi keharusan. alasannya tentu cukuo susah mendapat rekomendasi dari univ yang kita tuju jika kita sendiri bukan mhs / alumni dari sana kan? jadi logisnya ya rekomendasi tetap lebih baik dari orang yang langsung mengenal kita, walaupun itu bukan dari kampus yang kita tuju.
untuk get connected dengan profesor dari luar saya rasa susah-susah gampang. it takes time. menurut saya biasanya butuh waktu sekitar 6 bulan / 1 tahun sampai dia percaya dengan kita. dalam proses ini dia bisa mengenal kita melalui diskusi melalui email, telpon atau kunjungan langsung.
pengalaman saya dengan satu profesor di satu kampus di singapore, saya email-emailan beberapa kali dan akhirnya ketemu langsung dengan beliau dan dia sangat positif ingin memberi rekomendasi, walau akhirnya saya tidak jadi melamar karena sudah diterima di Jepang. Sukses!
budi setiawan // June 22, 2008 at 2:00 pm |
Bos Saut, mau juga dong jawabannya untuk pertanyaan wisnu wahyudi ,
1. kalo IPK nya rendah (2,6) apakah bisa dapet beasiswa S2 kaya ADS ? caranya gimana ?
2. apakah ada beasiswa di negara lain, yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa dengan kondisi IPK rendah? mau tau dong…
3. selain itu gw juga ngincer PR di australia , mendingan lewat mana ? bayar kuliah S2 sendiri, beasiswa atau lewat agent (dalam atau luar negeri) ?
thanks yah atas jawabannya, really appreciated….
Regards,
Saut said:
Budi, seingat saya masing-masing beasiswa ada besar cut-off untuk IPK, TOEFL dll. Kalau ADS dulu seingat saya IPK >= 2.9. Saya tidak tahu kalau sekarang. Terus STUNED dulu kalau tidak salah 2.5. Jika memang kamu tidak ketemu beasiswa yang cut-offnya sesuai dengan IPK kamu, saran saya perkuat dari sisi lain, i.e: pengalaman kerja, karya tulis, bahasa Inggris, dll. Beasiswa seperti ini bisa didapatkan melalui pendekatan langsung ke kampusnya. Langsung email ke departemen/profesor di sana. Dia akan “assess” kamu, terus kasih penjelasan jika memang dia interest. Tentang PR, saya ga ada ide. Tapi saya pikir ga ada beda untuk dapat PR antara yang beasiswa maupun privat. Good luck!
denny // August 18, 2008 at 1:31 am |
bos saut, saya mau bertanya
bos ada tidak beasiswa luar negeri (hususnya Jerman & korea) yang tidak terlalu mempermasalahkan toefl, coz toefl saya hanya 450. ga papa deh, meskipun itu bukan dari universitas yang besar or ternama juga. asalkan semua akomosdasi, biaya hidup & tempat tinggal dijamin. =b
selain itu bos, saya mau minta tolong. bos tau tidak dimana saya dapat mencari beasiswa untuk ke Jerman & korea, serta universitas nya. cos terus terang saya cukup kesulitan bos.
mohon bantuannya y Bos Saut
Makasih =)
lily // September 21, 2008 at 2:05 pm |
saya sudah lulus sma.saya ingin sekolah kedokteran di luar negeri. saya ingin bersekolah di harvard.bagaimana caranya agar saya mendapatkan beasiswa disana?apa syarat-syaratnya/
rijal // September 24, 2008 at 3:02 am |
saya mau sekolah yang berhubungan dengan pertanian, entah agribisnis atau sosial pertanian..yang bagus tentang pertanian di negara mana ya mas?form lamaran yang baik seperti apa y?
iska // October 31, 2008 at 12:16 pm |
saya masih berstatus mahasiswi desain komunikasi visual di malang. sekarang masih semester 5… saya pengen banget bisa kuliah s2 di luar negeri. masalahnya, saya kesulitan untuk mencari beasiswa yang benar2 penuh dalam bidang desain. terus, biasanya ada testnya dulu gak ya kalo maw daftar beasiswa selain toefl dll…
tengkyu…
Saut bilang:
Tergantung beasiswa. Ada beasiswa yang mensyaratkan tes beberapa kali terlebih dahulu, seperti Monbukagakusho G to G. Tetapi ada juga yang hanya seleksi berkas. Ini bisa anda tanyakan langsung ke bagian informasi dari beasiswa yang anda cari. Sukses!
n_dah // January 26, 2009 at 1:05 pm |
saya kuliah di jurusan sastra inggris dengan prodi pendidikan bahasa inggris, kira2 kalau mau cari beasiswa S2 harus ke mana?
alex // February 10, 2009 at 9:48 am |
saya hanya mau bertanya..???
perusahaan apa saja yang menerima murid untuk di sekolahkan di luar negeri???
Aditya // April 16, 2009 at 2:11 pm |
mas saya mahasiswa sems4 tehnik informatika,pernah berpengalaman kerja di salah satu perusahaan astra selama 2th.saya mau tanya??
beasiswa S2 luar negri apa yang cocok buat saya,dan bagai mana cara mendapatkanya,terimakasih
Tips: Mencari Beasiswa ke Luar Negeri « Math08’s Blog // June 9, 2009 at 2:10 pm |
[...] itu kah? ya itu saja kok. sumber beasiswanya dari mana? coba lihat posting saya sebelumnya di sini. nah kalau ini sudah anda miliki, maka separuh tenaga yg anda butuhkan sudah anda punya. bagi saya [...]
yhantie // July 23, 2009 at 10:53 am |
salam kenal..
aku yanti..
aku mau tanya tntang beasiswa..
aku lulusan SMK jurusan multimedia, skrg aku kuliah smester 1 ambil D3 jurusan manajemen informatika, slain kuliah aku jg krja di harian umum koran lokal sebagai Layout..
yg mau aku tanyain..
ada ga y beasiswa buat aku, khususnya di bidang IT? karna sejak aku cari2 beasiswa, yg aku tau beasiswa yg di buka cuma untuk keguruan atau ilmu ilmiah gitu.. tadinya aku minat bgt sama beasiswa monbukagakusho, tp kayaknya aku ga bisa ngajuin beasiswa itu..
Nelson // August 15, 2009 at 5:32 am |
saya mw nanya ni bang…
apa aja yg mw dipersiapkan buat dapat beasiswa??
soalnya aku masih bingung..
aku sekarang kuliah di teknik sipil ITS..
IPK masih pas2an..
tolong saran nya bang..