福角

Sahabat kami Tiur Santi

July 13, 2008 · 11 Comments

Sore ini membaca berita email-list dan menerima kabar dari Anand tentang seorang sahabat kami Santi.

Telah berpulang seorang sahabat kami: Tiur Santi Oktavia Marpaung. Sedih sekali mendengar kabar ini. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya buat keluarga Santi.

sumber: webplano97

Sakit kanker yang dideritanya itu pertama kali aku dengar pada tahun 2004. Itu akhirnya membawanya ke peraduan terakhir hari ini. Tahun 2004 itu pula aku sempat sekali menjenguknya di rumah sakit di dekat terminal kampung melayu (maaf lupa namanya, RS Mitra kalau ga salah?).

Sekali itu saja aku menjenguknya karena harus pergi jauh dan hanya mendengar “update” beritanya atau pokok doa yang disampaikan teman-teman baik melalui milist, japri atau chatting. Beberapa tahun berlalu, sepertinya dia telah sembuh total dari sakitnya. Profesi terakhir Santi (dan mungkin juga yang pertama) adalah wartawan di Koran Kompas. Terus terang saya salut ketika tahu pertama kali Santi menjadi wartawan kompas.

Beberapa liputannya yang ditulis di media kompas dapat dilihat pada beberapa link aktif berikut ini: Link1, Link2, Link 3. Tulisan-tulisan Santi biasanya selalu terkait dengan ekonomi dan investasi. Namun demikian, Santi juga menulis artikel tentang pendidikan yang kemudian menjadi terpilih sebagai pemenang Best Media Coverage for Singapore Education 2008. Artikelnya yang berjudul Pengin Belajar di Sekolah Internasional Ah… dan ditulis di Kompas tersebut bisa dilihat pada Link berikut.

Pertama kali bertemu dengan Santi adalah tahun 1997 ketika ia diterima di jurusan PL-ITB. Setelah itu kami berteman tidak hanya sebagai teman satu jurusan, tetapi juga melalui beberapa circles seperti PMK, UKSU, Nav dan juga kadang-kadang jadi teman ngobrol. Profil tentang Santi sendiri secara lengkap dapat dilihat di web plano 97.

Kematian membawa kesedihan yang sangat bagi yang ditinggalkan. Tapi kematian sendiri bisa diibarat kan mengakhiri sebuah babak dalam pertandingan. Itu tidak berakhir melainkan seperti melalui babak baru lagi. Babak baru dalam kehidupan selanjutnya.

Selamat jalan Santi! Sekarang engkau memulai babak baru. Till we meet again.

Beberapa kesaksian teman-teman tentang Santi saya kompilasi di bawah ini:

Categories: tomodachi
Tagged: , , ,

11 responses so far ↓

  • femi adi soempeno // July 13, 2008 at 8:58 pm | Reply

    oops … berita sejenis saya terima, kemarin sore.
    ya, santi, istri daniel, fotografer Kontan.

  • Saut // July 13, 2008 at 9:48 pm | Reply

    Kompas Senin 14 Juli:

    Selamat jalan, Santi….

  • ivie // July 14, 2008 at 2:13 am | Reply

    met jalan santi….

  • edratna // July 15, 2008 at 6:50 am | Reply

    Saya sedih mendengarnya…sebelumnya baru saja saya membaca di Kompas, almarhum mendapatkan hadiah atas tulisannya tentang pendidikan, dan disebutkan tak bisa hadir karena sedang sakit. Namun esonya berita di Kompas, almarhum telah meninggalkan dunia ini selamanya.

    Semoga almarhum memperoleh kedamaian di surga, dan terbebas dari kesakitan…..
    Satu angkatan ya di Plano-ITB?

    Saut said:
    Benar Bu, mengingat sakit yang dideritanya dan perjuangannya, mungkin inilah jalan terbaik yang Tuhan sediakan buat dia. Tentu dia sekarang damai di sana.

    Saya satu angkatan lebih dulu dari Santi. Tapi ya cukup sering interaksi.

  • ulli // July 15, 2008 at 7:35 am | Reply

    adalah sebuah karunia utk memiliki seorang teman seperti santi..dia adalah salah satu dari teman baik aku sejak SMA.
    Selamat jalan sahabat…
    yah aku meng-Amin-i…’till we meet again my sister in Christ.

    Saut said:
    turut mengaminkan Ulli. Itulah yang “menggembirakan” ketika mengetahui bahwa kita akan bertemu kembali nantinya.

  • glorialimbong // July 17, 2008 at 6:29 am | Reply

    Selamat jalan Kak Santi… Siapapun kamu..
    Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah..

    Saut said:
    terima kasih Gloria

  • Ledia // July 18, 2008 at 7:21 am | Reply

    Terima Kasih untuk semua tulisan yang di berikan untuk adek Kami Santi. Bukan hanya teman tapi saya pun sebagai kakaknya belajar banyak dari Santi.

    Selamat Jalan dek
    Kita akan bertemu kembali

    Saut said:
    Terima kasih juga Kak Ledia. Semoga kakak sekeluarga cepat pulih dari kehilangan seorang adik dan seseorang yang sangat dikasihi ditengah-tengah keluarga. Tuhan memberkati dan memberi kekuatan selalu.

  • aku // July 21, 2008 at 4:54 am | Reply

    Tuhan memberkati.

  • MD // July 21, 2008 at 6:59 am | Reply

    Walau kita tak pernah kenal satu sama lain, sebagai penggemar penulisan web, saya ucapkan bela sungkawa, semoga bahagia di alam sana, selamat jalan

    Saut said:
    terimakasih buat perhatian anda

  • tiur // August 30, 2008 at 2:49 pm | Reply

    kita ngak pernah ketemu,ngak pernah ngobrol,ngak pernah tau satu sama lain,tetapi ketika kita kehilangan seorang yang sangat disayangin ngak tau mau ngomong apa sedih banget,
    aku berdoa semoga keluarga yang ditinggalkan mampu kuat menghadapi keadaan ini,
    selamat jalan santi
    semoga keluarga kuat,
    gbu

  • Pengemar // March 1, 2009 at 4:35 am | Reply

    Saya penggemar/pembaca koran kompas, sudah 7 bulan lebih tiur santi oktavia meninggalkan kita. Walaupun dia tidak kenal aku, tapi aku mengenalnya lewat friendsternya, dan via friendster lah kita bisa mengenangnya, selamat jalan santi. Semoga kau bahagia di alam sana

Leave a Comment